Cerita bisex

Rated 4.51/5 based on 806 customer reviews

Saya sudah tahu kalau saya ini menyenangi sesama jenis sejak lama sekali.

Umurku sudah empat puluh, tapi masih rajin berolah-raga, terutama lari pagi.

Selain itu, bukan aku seorang sahaja yang akan menjaga rumah kampong memandangkan abang sepupu aku, abang Farid memang berada di sana untuk membantu atuk menoreh getah.

Pada hari aku sampai di sana, abang Farid telah pun menunggu aku di perhentian bas yang terletak di hulu kampong.

Suatu hari, saya diundang oleh teman saya untuk menginap di villanya di puncak. Sesampainya di Puncak, saya kagum melihat villanya yang lumayan besar, dengan taman depan yang asri. " Mari Pak Soleh, pembantu saya akan menunjukkan kamar Bapak. Orangnya bermata lebar, berkumis hitam lebat dan kurus tinggi. Ya Allah, kontolnya yang tegang mendekam di dalam celananya. Dadanya yang berbulu lebat bagaikan hutan rimba itu membuatku terpana. Kulorotkan dengan paksa dan Creng...burung Rajid yang tersekap di balik celana dalam kuningnya, memental keluar bagaikan meriam yang mengacung mau perang. ku ." lanjutnya terengah engah sambil memejamkan matanya. Tanpa terasa, tanganku yang sedari tadi mengocok-ngocok kontolku sendiri, sudah membuahkan hasil.

Agak lama juga aku tidak balik ke kampong sejak dari aku tingkatan 3 lagi, selalunya atuk dan nenek sahaja akan datang ke rumah aku sambil menjenguk adik-beradik ayah yang lain.Tubuh mereka yang hitam terpanggang terik matahari menambah nafsu birahiku. Dengan sigap, Rajid duduk di sampingku dan mulai memijit-mijit pundak dan belakang punggung ku. Kontolku yang lagi ngaceng menjadi lebih tambah ngaceng lagi.Tetek tetek hitam yang kelihatan dengan dada terlanjang sangat mengasikkan. Tapi pikiranku trus melayang ke Rajid, pembantu India itu. " Ini, burungnya Pak Soleh yang lagi tegang," katanya tersipu-sipu sambil meraba kepala kontolku yang menyembul dibawah pantatku.Kemudian abang Farid muncul semula tanpa memakai baju dan menghala ke dalam rumah.Aku melihat sahaja betapa indahnya badan milik abang Farid itu, ototnya memang mengiurkan.

Leave a Reply